Benda-Benda Yang Ditakuti Ular Dan Cara Mencegah Agar Ular Tidak Masuk Ke Dalam Rumah

Benda-Benda Yang Ditakuti Ular Dan Cara Mencegah Agar Ular Tidak Masuk Ke Dalam Rumah

Bagi yang tinggal di kota-kota besar atau pemukiman yang rapat bangunan dan penduduknya, ular mungkin bukan masalah besar, karena memang sangat jarang ular yang nyasar ke wilayah seperti ini.

Namun sebaliknya, bagi yang tinggal daerah lapang terbuka, seperti pinggiran hutan, di sekitar ladang atau area persawahan atau bahkan pemukiman / perumahan yang bari dibuka, masalah ular yang masuk ke dalam rumah cukup sering terjadi. 


Meskipun tidak semua jenis ular termasuk binatang yang berbahaya, namun tetap saja ular merupakan hewan yang “disirik” dan ditakuti, sekurangnya “nggilani”, menjijikkan, bagi hampir sebagian besar orang, khususnya kaum wanita. Sehingga hampir setiap orang merasa enggan jika sampai rumahnya dimasuki ular. Sebisa mungkin melakukan tindakan untuk mencegahnya.
Karena itulah ketika terjadi kasus ular masuk rumah, biasanya akan langsung heboh. Meski setelah tertangkap ternyata ular biasa yang tidak berbisa, ……..kecil lagi.

Sebenarnya jika dirunut, jumlah jenis ular yang berbisa boleh dikatakan jauh lebih sedikit dari keseluruhan jenis ular.
Dari sekitar 5000 jenis ular di seluruh dunia, yang merupakan jenis ular berbisa “hanya” sebanyak 37,5 % saja atau sekitar 1800 jenis.Itupun, sebagian besarnya hidup di lautan.
Sedangkan di Indonesia “hanya” terdapat 400 jenis ular baik di darat maupun yang di laut. Dan hanya ada 110 jenis yang berbisa.
Dari jumlah tersebut, yang tempat hidupnya di darat hanya berjumlah sekitar 35 jenis saja.

Selain itu, ular pada dasarnya “tidak suka” jika harus masuk ke dalam rumah.
Kata orang-tua, “hawanya” berbeda.
Ular biasanya baru mau masuk ke dalam rumah jika dalam keadaan sangat kepepet, tidak mendapatkan makanan yang dibutuhkannya.
Sebab ular adalah binatang yang pragmatis. Dimana ada gula di situ ada semut. Dimana ada bahan makanan, ular akan datang.

Namun, meski ada bahan makanan, ular juga akan merasa “miris” untuk menerobos masuk rumah ketika disitu ada benda-benda yang tidak disukai atau ditakutinya.
Lalu, benda-benda apa yang ditakuti ular ? Sekurangnya tidak disukainya ?
Orang-orang kuno jaman dulu sangat percaya bahwa garam dapur mampu mengusir ular.
Benarkah ?

● Beberapa benda yang ditakuti atau tidak disukai oleh ular antara lain : 

1. Garam dapur tidak disukai ular

Garam dapur memang tidak disukai oleh ular. Ular biasanya akan menghindar ketika di jalannya menemui (sebaran ) garam dapur.
Bukan karena garam dapur memiliki khasiat ghaib atau mistik tertentu, melainkan ular berusaha menghindari agar jangan sampai ada serpihan garam dapur yang masuk melalui sela-sela atau celah di antara sisiknya ketika melewati sebaran garam, sehingga akan mempersulit dirinya. Sebab ketika berjalan ular akan membuka dan menutup sisiknya.
Selain itu rasa asin dari garam juga tidak disukai oleh ular saat menjulurkan lidahnya.
Masalahnya adalah, penggunaan garam dapur untuk mencegah agar ular tidak masuk ke dalam rumah sebenarnya kurang efektif.
Garam dapur biasanya akan meleleh dan mencair jika terkena panas dan akan larut jika terkena air ( hujan ). Sehingga jika menggunakan garam dapur untuk mengusir ular, maka harus terpaksa menyebar garam dapur berkali-kali.
Lihat juga :
> Benarkah garam bisa mencegah ular tidak masuk ke dalam rumah ? 

2. Tali ijuk tidak disukai ular

Ini juga bukan karena mistik atau magic. Tali ijuk tidak disukai ular karena permukaannya yang kasar, yang menyebabkan ular menjadi sulit dalam pergerakannya.
Ini berlaku juga pada benda-benda yang serupa dengan tali ijuk, memiliki permukaan kasar atau berduri. Pohon salak misalnya.
Meski terlihat rimbun, akan sangat sulit menemukan ular berkeliaran di pohon salak, karena durinya.

3. Ular tidak suka pada rambut manusia

Rambut maunsia juga dipercaya termasuk benda yang tidak disukai oleh ular.

4. Ular tidak suka benda yang memiliki bau tajam menyengat 

Ular pada dasarnya binatang dengan penglihatan sangat tidak bagus atau boleh dikatakan hampir buta. Untuk mengenali dan mendeteksi lingkungan sekitar, ular menggunakan lidah ( karena itulah ular selalu menjulur-julurkan lidahnya ).
Benda-benda yang memiliki bau menyengat akan menusuk dan sangat mengganggu indera penciuman ular, sehingga ular akan menghindari benda semacam ini.
Belerang, Ammonia, kapur barus bahkan urine rubah termasuk juga benda yang ditakuti ular.
Demikian juga beberapa bahan pembunuh hama yang berbau tajam, semisal Decis.

5. Ular takut pada hewan yang berkuku atau bercakar tajam 

Pada dasarnya ular takut pada binatang yang berkuku atau bercakar tajam. Kucing misalnya tidak disukai ular. Jika pada sebuah rumah terdapat kucing, biasanya ular akan menghindar.

Selain kucing, beberapa jenis hewan yang benar-benar ditakuti ular antara lain : 

- Honey Badger, binatang ini malah menjadikan ular berbisa sebagai santapannya
- Armadillo, yaitu binatang plasental sejenis Trenggiling yang memiliki perisai di tubuhnya
- Burung sekretaris, yang memiliki kaki panjang dan kuat
- Burung elang
- Landak
- Mongoose
- Rubah dan hewan-hewan sejenis ini

6. Beberapa tanaman tertentu tidak disukai ular 

tanaman yang ditakuti ular

Lidah mertua atau Pedang-pedangan Sansevieria dan juga pohon Tanjung misalnya, termasuk jenis tanaman yang tidak disukai ular.

● Cara mencegah agar ular tidak masuk ke dalam rumah 

Agar ular tidak masuk ke dalam rumah, dapat dilakukan beberapa cara, antara lain : 

1. Menjaga kebersihan rumah dan lingkungan sekitarnya 
Ular menyukai tempat-tempat yang dingin dan gelap. Tumpukan bata atau tumpukan material, sangat disukai ular.
Karena itu kondisikan dan jaga agar rumah dan sekitarnya tidak terdapat tempat seperti itu.
Buang dan bersihkan barang-barang seandainya tidak dipergunakan. Hindari menumpuk barang.

2. Kondisikan dan jaga agar tidak ada makanan bagi ular di dalam rumah 
Ingat, ular adalah binatang pragmatis.
Dimana ada makanan, ia akan datang. Salah satu makanan favorit ular adalah tikus.
Karena itu usahakan di dalam rumah bersih dari tikus. Termasuk juga sisa-sisa makanan, atau serangga-serangga kecil yang bisa disantap ular.
Karena itu Point 1 ada kaitannya dengan point 2 ini.

3. Memanfaatkan benda-benda yang ditakuti ular di dalam rumah 
Cara selanjutnya adalah dengan memanfaatkan atau memasang salah satu benda atau beberapa benda yang tidak disukai ular di atas untuk ditempatkan di rumah.

4. Tutup semua lubang dan celah di sekitar rumah 
Lubang dan celah-celah yang dingin dan hangat merupakan tempat yang disukai ular. Ular biasanya akan terpancing memasuki lubang dan celah untuk berlindung.
Karena itu tutup semua lubang dan celah yang ada di sekitar rumah. Termasuk ushakan agar celah bawah pintu sesempit mungkin.

5. Pangkas dan rapikan tanaman 
Secara berkala pangkas dan rapikan di dalam lingkungan rumah. Adanya semak yang rimbun akan mengundang ular. Pepohonan yang terlalu tinggi juga bisa menjadi tempat tinggal ular.

6. Hindari adanya genangan air 
Beberapa jenis ular tertarik dengan genangan air. Karena itu hindari dan jaga agar tidak terdapat genangan air di sekitar rumah.

7. Buat pagar di sekeliling rumah 
Jika rumah anda terletak di lingkungan yang terbuka ( sekitar sawah atau ladang ) pembuatan pagar dari beton atau tembok bersemen yang cukup tinggi sangat disarankan untuk mencegah ular masuk ke dalam rumah. Ular biasanya tidak bisa mendaki atau naik pagar beton atau semen yang licin.

8. Membuat getaran 
Ular juga tidak suka dan takut pada getaran. Ular biasanya akan menyingkir dari tempat-tempat yang ada getarannya.

9. Memasang perangkap ular 
Cara terakhir untuk mencegah ular agar tidak masuk ke dalam rumah adalah dengan memasang perangkap ular di sekitar rumah.
Dengan adanya perangkap ( yang berisi mangsa ) ular biasanya akan lebih tertarik masuk ke situ daripada masuk ke dalam rumah.

● Cara menangani dan mengusir ular yang masuk ke dalam rumah 

Namun meski sudah dilakukan cara-cara pencegahan agar ular tidak masuk ke dalam rumah, karena satu dan lain hal dan sebab-sebab tertentu – karena kelupaan atau teledor – misalnya, terkadang masih didapati juga ular yang masuk ke dalam rumah.

Ketika hal semacam ini telah terjadi, anda bisa gunakan cara menangani dan mengusir ular yang masuk ke dalam rumah, sebagai berikut : 

1. Jangan gugup dan panik 
Terkejut atau kaget boleh, tetapi jangan gugup dan panik. Kepanikan tidak akan membantu mengatasi masalah. Cobalah bersikap tenang dan tenangkan seluruh anggota keluarga.

2. Jauhkan anak-anak 
Segera pula jauhkan anak-anak dari lokasi dimana ular masuk ruangan. Hal ini untuk menghindari hal-hal yang tidak perlu atau membahayakan.

3. Kenali dan identifikasi jenis ular yang masuk rumah 
Coba usahakan untuk mengenali dan mengidentifikasi ular yang telah masuk ke dalam rumah. Apakah itu termasuk jenis ular yang berbisa atau tidak. Sekurangnya ada 12 tanda atau ciri ular yang berbisa.

Ciri-ciri ular yang berbisa lebih jelasnya dapat dilihat di bawah ini : 

> Cara sederhana membedakan jenis ular yang berbisa 
>12 Ciri ular yang berbisa kuat yang wajib dikenali
> Mengapa ular yang kepalanya berbentuk segitiga umumnya termasuk ular yang berbisa ? 

Tindakan ini sangat perlu untuk melakukan langkah selanjutnya.

4. Lokalisir tempat dimana ular masuk 
Langkah selanjutnya adalah melokalisir tempat dimana ular masuk. Misal, jika ular masuk garasi, maka segera tutup rapat pintu ke ruangan lainnya, jika perlu ganjal celah yang terdapat di bagian bawahnya. Kemudian buka pintu atau jalan dimana ular bisa keluar ruangan.
Hal ini berlaku untuk ruangan lainnya.
Sisihkan terlebih dulu pula benda atau perkakas yang dapat digunakan sebagai tempat bersembunyi ular. Misalnya sofa atau almari dipindah dulu.
Tindakan ini perlu dilakukan agar tidak kesulitan untuk menemukan ular nantinya.

5. Gunakan alat untuk mengusir ular keluar ruangan 
Sebaiknya jangan sekali-kali melakukan kontak langsung dengan ular tanpa alat, meskipun ular tersebut tidak berbisa. Gunakan alat yang cukup panjang untuk menjaga jarak aman, misalnya dengan sapu atau batang bambu yang cukup panjang.

6. Batasi gerakan ular 
Ketika lokasi ular telah ditemukan atau telah kelihatan, segera batasi gerakan ular. Dalam hal ini bisa digunakan selimut yang tebal misalnya.
Tutupi tubuh ular dengan selimut tebal. Ketika ular telah tertutupi tubuhnya dan tidak melihat sekitarnya, ular biasanya akan relatif lebih tenang.
Atau jika memungkinkan bisa digunakan keranjang pakaian. Angkat ( Jawa : cutik ) ular dan masukkan ke dalam keranjang, lalu tutup.

7. Tuntun ular ke luar ruangan 
Bila tidak memungkinkan, cobalah tuntun ular keluar ruangan, dengan sapu atau batang bambu. Namun jika melakukan hal ini, lakukan dengan perlahan dan tenang agar ular tidak merasa terancam.

8. Sebaiknya jangan mencoba langsung membunuh ular. 
Banyak orang yang panik kemudian berusaha untuk langsung membunuh ular yang masuk rumah. Tindakan ini sebenarnya lebih beresiko.
Ular sebenarnya tidak akan menyerang jika tidak merasa terganggu atau terancam. Karena itu untuk memudahkan pekerjaan anda, sebaiknya lakukan semua tindakan dengan tenang dan perlahan.
Terkecuali jika ular tersebut memang memiliki kecenderungan menyerang terlebih dulu.

9. Gunakan perangkap ular 
Apabila ular bersembunyi pada tempat yang sangat sulit dijangkau, anda memang harus bersabar.
Dalam hal ini anda dapat memancing dan menangkapnya dengan menggunakan perangkap ular.

10. Panggil dan gunakan pawang ular 
Namun jika anda merasa takut melakukan semua cara di atas atau ular yang masuk ke dalam rumah merupakan ular yang sangat berbisa, cara yang paling aman adalah dengan memanggil pawang ular. Setidaknya setelah melakukan tindakan nomor 1 hingga nomor 4.

● Cara menghadapi ular 

Tetapi bagaimana jika tiba-tiba kepergok dengan ular ?
Bila suatu saat anda tiba-tiba kepergok ular yang masuk ke dalam rumah, cara menghadapinya adalah tetap bersikap tenang ( meski tentu saja tetap terkejut ).
Ular pada dasarnya merupakan binatang yang bersifat pasif, tidak menyerang jika tidak merasa terancam (meski ada beberapa jenis ular yang memang suka menyerang ).
Sebaiknya lakukan semua gerakan dengan tenang dan perlahan, jika perlu diam terlebih dulu beberapa saat, agar ular tidak menjadi terkejut dan lari.

Cara yang paling aman jika kepergok dan menghadapi ular dapat dilihat dibawah ini : 

> Bagaimana cara bersikap yang paling aman jika kepergok ular ? 

● Tindakan yang harus dilakukan jika digigit ular 

Terkadang, karena sama-sama terkejutnya ketika kepergok, ular segera bereaksi dengan cepat dengan langsung menggigit.
Lalu tindakan apa yang harus dilakukan ketika memang telah digigit oleh ular ?
Tindakan pertama dan utama yang harus dilakukan apabila digigit ular adalah dengan melakukan pertolongan pertama.
Namun perlu dicatat, jangan sekali-kali berusaha untuk menyedot atau menghisap bisa ular dengan mulut. Tindakan ini sangat beresiko dan sangat berbahaya.
Tindakan yang harus anda lakukan, lebih lengkapnya bisa dilihat disini :
> Pertolongan pertama yang harus dilakukan jika digigit ular 

Setelah itu sangat disarankan untuk segera pergi ke dokter atau rumah sakit terdekat.
Pada umumnya orang akan mampu bertahan dari gigitan ular berbisa selama 6 jam.

● Tentang ular jadi-jadian 

Semua di atas terkait dengan ular sungguhan.
Namun di masyarakat Indonesia ternyata masih percaya adanya ular jadi-jadian.
Apakah memang ada ular jadi-jadian ?
Menurut seorang ahli atau pawang ular dalam pengalamannya selama “bergelut” dengan ular, memang ada jenis ular jadi-jadian. Meski berbau mitos, namun menurutnya hal seperti ini bukan mengada-ada.
Hal ini sebenarnya telah disinggung dalam Islam.
Dalam ajaran Islam, disebutkan bahwa selain manusia ada mahluk “berakal” lainnya, yaitu malaikat dan jin. Dan menurut beberapa hadist, jin memiliki berbagai kemampuan dan bermacam bentuk.
Salah satu bentuk dari jin adalah berbentuk sebagai ular.
Jadi yang dimaksud sebagai ular jadian-jadian pada dasarnya adalah lebih mengacu kepada salah satu bentuk jin.

Ciri-ciri dan cara menangani ular jadi-jadian dapat dilihat di bawah ini :

> Cara sederhana membedakan ular jadi-jadian dan ular sungguhan

Share this:

Related Posts
loading...
Disqus Comments